- Pertama, masuk ke settingan interfaces dengan perintah nano /etc/network/interfaces.
- Kemudian ubah settingannya menjadi seperti ini.
- Setelah itu copy settingannya dari auto sampain broadcast, kemudian pastekan ke bawah.
- Tambahkan petik dua dan 0 di belakangan eth0, kemudian ubah ip addressnya
- Keluar dan save dengan menekan ctrl+x. Kemudian restart konfigurasi interfaces dengan cara mengetikkan "/etc/init.d/networking restart".
- Setelah itu coba lihat ip virtualnya dengan ifconfig.
Selasa, 09 September 2014
Cara Membuat Virtual Ip di Debian
Halo teman-teman. Saya akan membagikan cara membuat virtual ip di debian. Sebuah NIC atau Network Interface Card hanya memiliki satu buah ip yang dapat digunakan. Jika kita ingin menambah ipnya, maka kita harus menambah NICnya juga. Tetapi lain ceritanya jika kita menggunakan virtual ip. Ini dapat membuat pc kita mempunyai 2 buah ip secara bersamaan.Oke, berikut cara-caranya.
Cara Menginstalasi Debian 6 Dengan Menggunakan Virtual Box
Halo, salam kenal. Saya akan menunjukkan bagaimana cara menginstalasi debian versi 6 dengan menggunakan virtual machine, yaitu Virtual Box. Seperti yang anda tahu, tujuan kita menginstalasi sistem operasi dengan virtual machine adalah untuk dapat mempunyai 2 sistem operasi yang berjalan secara bersamaan. Cukup ya sedikit penjelasannya, nah kita mulai.
- Yang pertama pilih new, maka akan muncul kotak dialog seperti ini. Pilih type Linux, kemudian versionnya Debian (32 atau 64 bit). Klik next.
- Kedua atur jumlah ram yang akan dipakai, karena debian bersifat CLI sebaiknya memakai ukuran ram yang kecil saja.
- Kemudian pilih "Create a virtual drive now".
- Pilih tipe data yang digunakan, saya sarankan pakai VDI. Klik Next.
- Pada tipe penyimpanan, pilih "Dynamically Allocated". Klik Next.
- Pilih lokasi tempat penyimpanan data sistem operasi dan besar kapasitas hard disk yang dipakai oleh sistem operasi. Klik Create.
- Setelah itu Buka Settings, pilih storage. Kemudian pada gambar piringan, masukkan iso debian anda. Klik Ok.
- Klik tombol panah hijau untuk memulai menjalankan sistem operasi.
- Maka akan muncul tampilan seperti ini, pilih Install dengan cara menekan tombol Enter.
- Pilih bahasa yang anda gunakan, kemudian tekan enter.
- Pilih lokasi atau area tempat tinggal kita.
- Pilih settingan bahasa pada keyboard.
- Setelah itu, tunggu loading beberapa saat. Kemudian akan muncul tampilan hostname. Isi sesuka hari anda.
- Masukkan nama domain anda.
- Masukkan password root anda.
- Masukkan password anda kembali
- Setelah itu masukkan nama user baru yang akan dibuat.
- Masukkan nama user name untuk user baru yang telah dibuat.
- Masukkan password untuk user.
- Masukkan kembali passwordnya
- Pada bagian partisi, pilih "Guided - use entire Disk".
- Pilih harddisk yang akan dipartisi.
- Pilih metode partisi, sebaiknya menggunakan "All files in one partition".
- Pilih "Finish Partitioning and Write Change to Disk".
- Kemudian pilih Yes pada bagian "Write Change to Disk".
- Tunggu loading selesai.
- Pada bagian scan CD atau DVD pilih No.
- Pada bagian network mirror pilih No.
- Pada bagian package survey pilih No.
- Pilih software yang ingin diinstall pada debian dengan menggunakan spasi. Setelah itu tekan Enter.
- Pada bagian install grup boot loader, terserah mau diinstall atau tidak. Tetapi sebaiknya lebih baik diinstall agar memudahkan dual boot.
- Tekan Enter pada bagian FInish the installation.
- Ini adalah tampilan grup loader yang telah diinstall.
- Debian telah berhasil terinstall, selamat menjalankan sistem operasi ini.
Langganan:
Postingan (Atom)







































