RINCIAN:
1.
Notebook Server
a.
Windows dengan aplikasi Vmware
b.
Install DebianVersi 6
Main IP: 192.168.x.1. Virtual IP: 192.168.x.2 (x = urutan kelompok)
Main IP: 192.168.x.1. Virtual IP: 192.168.x.2 (x = urutan kelompok)
c.
Install Web Server
www.tkjproject.smkimmanuel.sch.id
(192.168.x.2)
f.
Domain : smkimmanuel.sch.id dan
tkjproject.smkimmanuel.sch.id
g.
Website 1 : www.smkimmanuel.sch.id (isinya seputar
SMK Immanuel)
Website 2 :www.tkjproject.smkimmanuel.sch.id
(isinya seputarjurusan TKJ di SMK Immanuel)
2.
PC Router
a.
Setting Router
b.
Install Proxy Server
- Aktifkan Cache Proxy sesuai kebutuhan
- Ijinkan semua server lokal dan client
- Blok semua jaringan social
- Aktifkan visible hostname dan cache manager
- Aktifkan Cache Proxy sesuai kebutuhan
- Ijinkan semua server lokal dan client
- Blok semua jaringan social
- Aktifkan visible hostname dan cache manager
c.
Install DHCP Server
Tetntukan eth mana yang digunakan untuk kontrol DHCP, NA yang dibagikan untuk client adalah: 192.168.1x.0
Tetntukan eth mana yang digunakan untuk kontrol DHCP, NA yang dibagikan untuk client adalah: 192.168.1x.0
3.
Notebook Client
a.
Windows dengan IP yang didapa tdari DHCP server
ada di PC Router
b.
Bisa mengakses Mail dan Website di Server
Langkah Pertama (Notebook Server)
- Pertama-tama install lah sebuah mesin debian di notebook. Pastikan network adapter telah di set menjadi vmnet 1. Mesin ini akan digunakan sebagai server.
- Setelah selesai menginstall mesin debian, maka langkah selanjutnya adalah mengubah settingan interfaces. Edit file interfaces dengan cara mengetikkan nano /etc/network/interfaces. Ubah settingannya menjadi seperti ini.
- Edit file resolv.conf dan tambahkan settingan berikut.
- Setelah selesai, restart dengan perintah /etc/init.d/networking restart.
- Selanjutnya yaitu dengan menginstall DNS Server (bind). Berikut langkah-langkahnya:
- Ketikkan perintah apt-get install bind9, kemudian tunggu sampai proses penginstallan selesai.
- Masuk ke direktori /etc/bind
- Buat lah backup data untuk file named.conf, jadi apabila terjadi kesalahan setting dan lain-lain. File masih dapat digunakan kembali.
- Masuk ke file named.conf.default-zones. Tambahkan settingan berikut di baris paling bawah.
- Buat file baru yang pertama untuk menampung domain pertama dengan cara copy db.local >> db.domain ( Domain 1: smkimmanuel.sch.id)
- Buat juga file kedua dengan cara copy db.local >> db.domain2 ( Domain 2: tkjproject.smkimmanuel.sch.id)
- Selanjutnya, buat file untuk menampung settingan ip dengan cara copy db.127 >> db.ip
- Edit file db.ip yang baru dibuat tadi, ubah settingannya menjadi seperti ini.
- Edit file db.domain, dan ubah settingannya menjadi tampilan seperti di bawah ini.
- Edit file db.domain2, dan ubah settingannya menjadi tampilan seperti di bawah ini.
- Exit, kemudian restart bind dengan perintah /etc/init.d/bind9 restart.
- Kemudian install Mail Server. Berikut ini langkah-langkah installnya:
- Insert disc 2 Debian 6. Kemudian ketikkan perintah apt-cdrom add.
- Install aplikasi-aplikasi yang dibutuhkan untuk mail server, antara lain : squirrelmail, postfix, courier-imap, courier-pop.
- Kemudian akan muncul tampilan konfigurasi postfix. Tekan enter.
- Pilih Internet Site, tekan Enter.
- Pada System Mail Name, ubah menjadi smkimmanuel.sch.id.
- Pada pilihan Create directories for web-bases administration.
- Edit file main.cf dengan cara mengetikkan "nano /etc/postfix/main.cf"
- Pada baris paling bawah, tambahkan settingan maildir.
- Ketikkan perintah dpkg-reconfigure postfix untuk masuk ke konfigurasi postfix.
- Pada bagian yang sama, samakan saja dengan settingan sebelumnya, Pada bagian ini, tekan Enter saja.
- Pada bagian Other Destination, tekan Enter.
- Pada bagian Force synchronous updates, pilih No.
- Pada bagian local network tambahkan settingan berikut.
- Pada bagian use procmail for local delivery, pilih Yes.
- Mailbox Size Limit biarkan tetap nol.
- Local address extension character juga biarkan apa adanya.
- Internet protocol pilih ipv4.
- Kemudian masukkan settingan squirrelmail ke web server dengan perintah berikut.
- Restart semua service mail. Postfix, courier-imap, dan squirrelmail.
Langkah Kedua (PC Router)
- Install debian 6 di PC, kemudian setelah selesai masuk ke settingan interfaces. Ubah settingan eth0 menjadi seperti ini.
- Tambahkan juga settingan untuk network adapter kedua yaitu eth1.
- Edit file resolv.conf. Tambahkan settingan berikut.
- Buat satu file di direktori home untuk menyimpan nama web yang akan diblokir oleh proxy.
- Edit file squid.conf, Cari baris settingan http_port kemudian ubah portnya menjadi transparent.
- Aktifkan cache memory.
- Aktifkan cache manager.
- Aktifkan visible hostname.
- Kemudian tambahkan baris settingan acl berikut ini.
- Setelah itu aktifkan ip forwarding dan tambahkan settingan iptables untuk mengarahkan client ke port proxy.
- Tambahkan juga settingan iptables untuk menghubungkan antara server dan client. Kemudian save di file /etc/firewall.conf
- Edit file /etc/network/if-up.d/iptables . Tambahkan baris settingan berikut.
- Setelah selesai save dan exit. Kemudian tambahkan hak akses untuk file tersebut dengan perintah chmod
- Install DHCP Server untuk membagikan IP secara otomatis ke client.
- Edit file /etc/default/isc-dhcp-server. Ubah interface nya menjadi interface yang terhubung dengan client.
- Setelah itu, edit file dhcpd.conf . Dan ubah settingannya menjadi seperti ini.
- Restart service DHCP, dengan perintah /etc/init.d/isc-dhcp-server restart
Langkah ketiga ( Notebook Client )
- Connect ke local area connection, kemudian buat settingannya untuk mendapat IP otomatis.
- Maka tampilannya akan menjadi seperti ini.
Maka semua settingan sudah dilakukan, jika antara client dan server masih belum dapat terhubung satu sama lain. Maka kemungkinan ada kesalahan pada penyettingan. Semoga artikel ini berguna, terima kasih atas kunjungannya.

















Tidak ada komentar:
Posting Komentar